![]() |
| Saat membagi di rumah Suryadi, Kalisari, Sumapir |
Yeay akhirnya bertemu lagi setelah sebulan lamanya berjarak dalam rentang waktu. Setelah donasi pada bulan Oktober 2017 dilakukan, kemarin kami kembali menyalurkan donasi dari rekan-rekan yang terkumpul untuk pembagian pada bulan November 2017. Tepatnya pada tanggal Jumat dan Sabtu, 3-4 November 2017.
Kali ini, tambah dua personel. Kalau pada bulan Oktober pembagian dilakukan tiga orang masing-masing Suryadi, mimin love purwokerto dan Novi Arifin, maka pada Bulan November ini ada Saras Sandi, Teguh Priyono, Suryadi Indrasta, dan mimin love Purwokerto lagi.. Hehe
Pada bulan November 2017 ini, penyaluran donasi dari rekan-rekan ke anak Yatim Piatu terkumpul Rp 6.780.000. Nominal itu dibagi 12 anak yatim piatu sehingga masing-masing anak mendapat Rp 565.000. Semoga para donatur dimudahkan segala urusannya dan diluaskan rizkinya. Aamiin.
Well, apa saja si keseruannya saat pembagian donasi itu. Kita mulai dari Hari Jumat, 3 November 2017.
Jumat berkah, Jumat barokah semoga lega segala urusannya. Itu si bagi kami. Alhamdulillah, satu teman bernama Saras Sandi sengaja pulang dari Jakarta untuk ikut membagikan donasi di bulan November ini. Perjuangan yang luar biasa dimana dari Jakarta, Jumat pukul 05.00 pagi, dan sampai Purwokerto pukul 11.30.
Hanya selang satu jam kemudian sudah bergabung di rumah Suryadi atau yang biasa dipanggil Kasur sebagai sekretariat Rumah Kita di Grumbul Kalisari, Sumampir, Purwokerto. Di situ sudah ada mimin love purwokerto dan juga Teguh Priyono.
Baiklah, kita mulai. Uang pun dikumpulkan semua. Dan hasilnya adalah nominal yang tak pas untuk dibagi karena ada hitungan berapa rupiah. Akhirnya, dibulatkan karena ada ditambah sama emaknya Suryadi. Ketemulah angka Rp 6.780.000 dan dibagi 12 yatim piatu. Sehingga masing-masing anak mendapat Rp 565.000.
Tapi, saat uang sudah dibagi 12, rupanya ada kelebihan Rp 200 ribu. Dan itu membuat kami bingung. Cek dan ricek dilakukan. Rupanya, ada dua amplop yang masing-masing kurang seratus ribu. Hoalahhh..
Tapi beruntung, kita semua mengadopsi prinsip bahwa tidak ada sesen Rupih pun yang terbawa untuk diri kami yang membagikan. Semua donasi kita salurkan! Tidak ada yang namanya uang operasional. Semua yang beruhubungan dengan operasional masuk menjadi tanggungan pribadi masing-masing. Titik.
Akhirnya motor pun melaju. Mimin bersama Suryadi dan Teguh memboncengkan Saras Sandi. Kalau pada bulan sebelumnya rute utara didahulukan. Kini, rute selatan dikerjakan dulu. Kebetulan ada dua anak baru yang menerima.
![]() |
| Rumah Lik Tasem tempat tinggal Bayu Setiawan |
1. Sasaran pertama Bayu Setiawan.
Rumahnya ada di Desa Kedungwuluh Lor, Grumbul Rancak Dawung, RT 2 RW 5, Kecamatan Patikraja. Kemarin Bayu sedang berada di rumah. Pembawaannya sudah ceria. Malah senang dan menyambut dengan senyum saat bertemu kami.
Alhamduilillah! Bagi kami, ini menjadi kunjungan kedua kalinya. Sebelumnya, Bayu agak malu saat bertemu dengan orang asing. Kebetulan juga, saat datang ke rumah ada embah-embah yang lagi santai di depan rumah Buliknya Bayu yang bernama Bu Lik Tasem. Bu Lik yang ditresnani Bayu dan sudah dipanggil Mamake.
Usai memberikan donasi, kami sempatkan untuk foto bersama embah-emabh dan juga Bayu. Mbah, Bu Lik, kami titip Bayu ya. Semoga sehat selalu, dan pintar solat dan juga mengaji. Amin.
![]() |
| Abi Setiawan dan Kasoer Indrasta |
2. Sasaran Kedua Abi Setiawan
Nah, Abi Setiawan ini masuk data baru. Belum kami survei sebelumnya. Namun, dari data KK perangkat desanya, Abi fix anak Yatim Piatu. So, dari Desa Kedungwuluh Lor, kami pun langsung menuju ke rumah Abi yang rumahnya ada di Desa Kedungwuluh Kidul, Kecamatan Patikraja. Nggak jauh kok. Paling 10 menit. Lha, tetangga desa juga. Kami sempat tanya ke warga. Tapi, hampir seluruh warga yang ditanya sudah mengenal Abi. Alhamdulillah, Abi ada di depan rumah. Kami pun menghampirinya. Saat masuk ke dalam rumah neneknya, ada beberapa pekerja yang sedang mengecat rumah.
Kami pun berkenalan. Kami datang dari rumah Abi sebagai ayah dari anak-anak yatim piatu yang kami kunjungi. Tak disangka, neneknya yangbernam Karsitem sangat trenyuh hingga meneteskan air matanya. Semoga, di kunjungan pertama kami ke rumah Abi selalu membawa berkah bagi semuanya. Semoga pula, kami selalu bisa istiqomah setiap bulannya. Oh ya, Abi sendiri masih kelas 3 di SD Kedungwuluh Kidul.
![]() |
| Silfi dan Kasoer |
3. Sasaran Ketiga Silfi dan Esti
Dari Keduwuluh Kidul, dari rumahnya Abi kami sempatkan dulu Salat Asar di rumah mimin love purwokerto. Dari situ, kami langsung menuju ke rumah Silfi dan Esti. Keduanya ini kakak beradik dan tinggal di Desa Sidabowa, RT 2 RW 2 Kecamatan Patikraja. Donasi yang kami berikan adalah dua amplop. Saat pemberian kemarin, hanya Silfi yang ada. Sedangkan Esti masih bermain di sore hari yang tak diguyur hujan itu. Silfi dan Esti sendiri masih mempunyai satu kakak lagi yang saat sekolah di SMK Swagaya.
![]() |
| Suci Fitriyani |
4. Sasaran keempat Suci Fitriyani
Ini juga data baru. Data yang baru diberikan dari teman mimin. Rumahnya ada di Jalan Madrasah RT 1 RW 3 Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja. Ayahnya bernama Bapak Sobihin dan Ibunya Supri. Keduanya telah meninggal. Saat kami datang, Suci sedang sakit gandongan. Dia sudah tiga hari tidak masuk sekolah. Namun demikian, Suci sudah terlihat sehat dan siap untuk sekolah. Setelah mengenalkan diri, kami pun bernincang dengan keluarganya. Rumahnya ada di samping pondok Sirojudin Sidabowa. Sehingga, suasana khas keagamaan sangat kentara di situ. Alhamdulillah ya, data baru, anak baru semoga barokah bagi para donatur.
Nah, hari Jumat sudah usai. Meski hanya empat rumah yang kami datangi, namun watu sudah menunjukan pukul 18.00. Sehingga kami pun membubarkan diri. Oh ya, sebelum membubarkan diri kami sempatkan makan mie ayam di Sidabowa, dengan juragan pentraktirnya adalah Saras Sandi.
Oke lanjut pada hari Sabtu, 4 November 2017. Kita mulai dengan melanjutkan sasaran kelimanya.
![]() |
| Charista |
5. Sasaran Kelima Charista Aprilia Putri
Memulai hari Sabtu, 4 November 2017, kami yang telah berkumpul di rumah Suryadi pada pukul 11.00 langsung menuju ke rumah Charista Aprilia Putri. Awalnya, karena baru jam 11.00 kami pun menyusul ke SD N 2 Pabuwaran. Sayang Charista yang biasa dipanggil Ica ini sudah pulang dijemput mbahnya. Kami pun langsung menuju ke rumahnya di Desa Kedungmlang RT 3 RW 3.
Lagi-lagi saat kami datang, Charista sedang sakit di rumahnya. Tapi dia tetap sekolah. Bahkan, dari rumahnya di Kedungmalang, embah putrinya setia menjemput dengan naik angkot. Saat di rumah, Carista sedang tiduran. Namun begitu tau kami yang masuk, Charista langsung ceria. Pembawaannya juga langsung semangat. Jangan lupa Charista ini ranking dua dikelasnya. Top kan. Donasi pun kami berikan dan kemudian foto bersama
![]() |
| Puji belajar mewarnai |
6. Sasaran keenam Pujiatin
Spesial for Pujiatin, kami sudah membawa crayon dan buku mewarnai. Semua karena agar Pujiatin selalu bisa belajar di rumahnya karena tidak sekolah. Puji langsung senang dengan gambar dan Crayonnya. Bahkan dia terkekeh saat menggambar. Donasi pun kami berikan. Doa-doa dari para donatur pun ami sampaikan untuk selanjutnya diamini oleh Puji. Semoga barokah.
Ananda Pujiatin (Puji) ini tinggal di Desa Karanggintung, RT 1 RW 3, Kecamatan Sumbang. Ananda Puji kelahiran 1 Agustus 2004 dan saat ini tidak bersekolah. Namun, Ananda Puji yang tidak bisa jalan karena (maaf) cacat dan mengunakan kursi roda masih semangat mengaji di lingkungan sekitar. Saat ini hidup hanya dengan mbahnya yang bernama mbah Badri.
Kalau pada Oktober lalu kami main ke rumah Damar Muslimin (Damar) di Desa Ciberem, RT 5 RW 1, Kecamatan Sumbang dalam kondisi hujan deras. Mak, saat ditemui kemarin Damar sedang bermain dengan anak seusianya. Dia tinggal di rumah bapak Kasmad yang notabene bukan apa-apanya. Bahkan bapak Kasmad juga memiliki 5 anak. Dikenal sebagai orang bersahaja di lingkungannnya. Saat ini, Damar duduk di kelas 5 di MI Ciberem.
Nah, rejeki datang lagi ke kami. Saat pulang dari rumah Damar, Saras Sandi bertemu dengan Fany, rumahnya di seberang rumah Damar. Otomatis, kami pun berkenalan dan kemudian mampir. Dasar rejeki, ada mendoan dan pecel yang menghinggap di meja tamu. Kami pun makan dengan lahap setelah sepagian beraktivitas. Terimakasih mbak Fany, semoga selalu mendapat keberkahan.
![]() |
| Burung Merpati Daus |
8. Sasaran kedelapan Muhammad Refan Firdaus (Daus)
Dari Sumbang, kami merapat ke rumah Firdaus di Desa Kutaliman Grumbul Babakan Gajah RT 3 RW 7, Kecamatan Kedungbanteng. Kalau pada bulan Oktober Daus sedang mengaji di komplek rumahnya pada sore hari. Maka kemarin kami juga ketemu di jalanan di desa Kutaliman. Daus sedang jalan sore.
Kami pun langsung memarkir kendaraannya di pinggir jalan dan langsung berjalan menuju rumah embahnya Daus. Ratusan anak tangga kami daki. Daus yang lari, tak mampu kami kejar. Saat ada di samping rumahnya, Daus rupanya sedang mainan burung merpati. Ya dia senang sekali dengan burung merpatinya. Dia pun menunjukan ke kami. Di rumahnya ini, enak sekali buat duduk menepi dari segala aktiviotas di kota. Bolehlah suatu saat kita bakar-bakaran ayam di rumahnya yang sederhana ini.
![]() |
| Irul dan para bapak |
9. Sasaran Kesembilan Muhammad Khoerul Fadli (Irul)
Oh ya, saat memasuki ke Desa Irul, Kami juga mendapati truk yang nyaris tergelincir ke dalam jurang. Beruntung truk itu tertahan oleh pohon keras di pinggir jalan. Saat sampai di rumahnya, Irul tidak di rumah, Dia sedang bermain. Kami pun menunggu di rumahnya di Desa Melung Grumbul Depok Rt 3 RW 1, Kecamatan Kedungbanteng. Irul saat ini sedang menempuh pendidikan di SMP 3 Kedungbanteng dan duduk di bangku kelas 1. Begitu pulang, donasi pun kami berikan di rumah saudaranya. ![]() |
| Septi saat acara Persami di sekolah |
10. Sasaran Kesepuluh Septian (Septi)
Dua kali ke rumah Septi, kami belum pernah menemuinya. Waktu pertama di bulan Oktobbver lalu, Septi ditemui di saat ada santunan anak yatim piatu di Purwosari. Pun demikian dengan Septi kemarin. Dia sedang berada di sekolahnya SD Kutasari di pertigaan Tugu Prompong. Waktu itu dia sedang mengikuti Persami.
Setelah mengenalkan diri kepada pihak sekolah, Septi pun diberi tempat diruang tamu sekolah untuk kemudian menerima donasi. Pihak sekolah pun sangat senang dan turut mendoakan semoga para donatur selalu diberi kerahmatan. Septi sendiri tinggal di Desa Kutasari, RT 4 RW 3, Kecamatan Baturraden.
Rumahnya ada Kelurahan Bancar Kembar, Dukuh Bandung RT 2 RW 6, Kecamatan Purwokerto Utara. Saat kemarin ditemui, Khela lagi di rumah di sisi depan kiri. Begitu tahu kami datang, dia pun langsung lari ke kamar. Rupanya, keluar dari kamar, Khela ini sangat rapi. Pakai sisiran segala. Bismillah, donasi pun diberikan. Semoga selalu menjadi keberkahan semuanya. Khela sekolah di SD 1 Bancar Kembar dan duduk di kelas 4. Dia hidup bersama mbah putrinya. Khela merupakan anak yang cerdas dan mudah bersosial.
Rumah Kita
"Wadah berbagi keceriaan bersama anak Yatim Piatu"
Ketua : Saras Sandi
Sekretaris : Mba Asih
No Rek Donasi : Bank Mandiri 9000008388986.
Sekretariat :
- Grumbul Kalisari, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara
- Grumbul Tayasa, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja.
Hotline :
-Saras Sandi : +6285727675758
-Suryadi : +6281226763240
- Tangkas Pamuji : +62855647732345
Donasi selanjutnya mulai hari ini, 5 November 2017 s/d Jumat awal Desember minggu pertama
Salam Ceria, Salam Istiqomah.
Rumah Kita
"Wadah berbagi keceriaan bersama anak Yatim Piatu"
Ketua : Saras Sandi
Sekretaris : Mba Asih
No Rek Donasi : Bank Mandiri 9000008388986.
Sekretariat :
- Grumbul Kalisari, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara
- Grumbul Tayasa, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja.
Hotline :
-Saras Sandi : +6285727675758
-Suryadi : +6281226763240
- Tangkas Pamuji : +62855647732345
Donasi selanjutnya mulai hari ini, 5 November 2017 s/d Jumat awal Desember minggu pertama
Salam Ceria, Salam Istiqomah.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar